Born in Wonosobo, Tanggamus, Lampung. He joined the Teater Satu in 2008 and immediately played the first great performance, Nyai Ontosoroh (Lampung) directed by Imas Sobariah. Then followed to some other great performances; Aruk Gugat (Salihara, Bandung, Lampung), Reminding Stories (Salihara, Bali, Malaysia Lampung), Anak Yang Dikuburkan (Salihara, TIM, Palembang), Visa (Salihara and Lampung), Kursi-Kursi (Jakarta, Bandung, Lampung and Japan) and some staging Collaboration with Australian artist titled The Age of Bones. Then in 2019 involved in the performance of I La Galigo by Robert Wilson (Bali and Ciputra).

Lahir di Wonosobo, Tanggamus, lampung. Bergabung Di Teater Satu tahun 2008 dan langsung ikut pertunjukan besar Teater Satu Lampung pertama kali adalah Nyai Ontosoroh (Lampung) dengan sutradara Imas Sobariah. Lalu menyusul beberapa pertunjukan besar lainnya; Aruk Gugat (Salihara, Bandung, Lampung), Kisah-kisah Yang Mengingatkan (Salihara,Bali, Malaysia Lampung), Buried Child (Salihara,TIM, Palembang), Visa (Salihara dan Lampung), Kursi-Kursi ( Jakarta, Bandung, Lampung Dan Jepang) dan beberapa pementasan Kolaborasi dengan Australia dalam lakon The Age of bones. Lalu tahun 2019 terlibat dala pementasan I La Galigo karya Robert Wilson (Bali dan Ciputra).