Ema is a midwifery graduate from Politeknik Kesehatan Tanjung Karang. Worked as Social Worker of the Indonesian Ministry of Social Affairs. She is studying theater and writing at Teater Satu Lampung since 2014. Her first experience as an actor was to play one of the roles in the “Visa” play in 2016 at Salihara Jakarta. In 2017, she was again involved in the “Antropodipus” performance which was staged at Taman Budaya Lampung and ISI Padang Panjang. Playing her first monologue in 2018 titled “Prita Our Wife” in the Dewan Kesenian Lampung. Lately, she played “Jalan Yang Tak Ditempuh” in the Taman Budaya Jambi and Taman Ismail Marzuki in 2019 at the Jakarta International Literary Festival. Besides being active in theater, Ema is also active in writing prose and poetry.

Lulusan Kebidanan Poltekkes Tanjung Karang. Bekerja sebagai Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI. Belajar teater dan menulis di Teater Satu Lampung sejak tahun 2014. Pengalaman pertamanya sebagai aktor adalah memainkan salah satu peran di lakon “Visa” pada tahun 2016 di Salihara. Tahun 2017 kembali terlibat di pementasan “Antropodipus” yang dipentaskan di Taman Budaya Provinsi Lampung dan ISI Padang Panjang. Memainkan monolog pertamanya pada tahun 2018 bertajuk “Prita Istri Kita” di Gedung Dewan Kesenian Lampung. Terakhir ikut memainkan naskah “Jalan yang Tak Ditempuh” di Taman Budaya Provinsi Jambi dan Teater Kecil Taman Ismail Marzuki tahun 2019 dalam acara Jakarta International Literary Festival. Selain aktif berteater Ema juga aktif menulis prosa dan puisi.