JALAN YANG TAK DITEMPUH (THE ROAD NOT TAKEN)

“Jalan Yang Tak Ditempuh” Merupakan pertunjukan yang ditulis dan disutradarai oleh Iswadi Pratama. Karya yang terinspirasi dari puisi karya Robert Frosrt dengan Judul “The Road Not Taken” ini menceritakan tentang seorang pengarang bernama Viribus berusia 50 tahun yang ingin menjadikan dirinya sebagai tokoh dalam ceritanya. Cerita itu mengisahkan dirinya saat masih SMA dan pada usia 30 tahun. Pengarang yang berusia 30 tahun menyesali dan mengutuki dirinya sendiri mengapa dulu ketika masih SMA ia memilih seni. Hal itu dikarenakan dia melihat teman-temannya yang saat sekolah terbilang bodoh faktanya mereka cukup berhasil dari sisi material karena mereka hidup normal sebagaimana kebanyakan orang, memilih untuk menyelesaikan study dan bekerja menjadi PNS, Anggota Dewan, dan sebagainya.

Sementara Viribus memilih seni ketika SMA. Dan akibatnya pada usia 30 tahun ia belum bisa merasakan buah dari segala kecerdasan dan idealisme yang dulu menggebu dalam dirinya. Kedua tokoh ini saling bertengkar dan terus-menerus saling menyalahkan satu sama lain. Pengarang yang masih muda dan belia merasa hidupnya terilhami dengan seni.

Sementara pengarang yang berusia 30 tahun menganggap seni tak ada gunanya karena tidak bisa membereskan persoalan-persoalan keseharian. Pertengkaran ini tidak pernah berhenti sampai akhirnya Viribus yang telah tua memutuskan untuk melerai mereka.

Karya ini telah dipentaskan pada Temu Teater Se Sumatera 2019 di Taman Budaya Jambi, dan International Literary Festival di Teater Kecil Taman Ismail Marzoeki Jakarta. Karya ini diperankan oleh Desi Susanti, Ema Lutfiani dan Tria Wijaya.

Pertunjukkan Teater Satu Lampung dalam lakon saduran puisi Robert Frost berjudul “The Road Not Taken” dengan sutradara Iswadi Pratama⁣ di Teater Kecil, TIM, Jakarta. Jumat 23/08/2019. ⁣Acara ini merupakan rangkaian Jakarta International Literary Festival 2019 yang berlangsung dari 20-24 Agustus di Taman Ismail Marzuki. (Photo by Eva Tobing)

Leave a Reply