An actor in Teater Satu since 1998. Budi Laksana was involved in all the early works of Teater Satu such as Kapai-Kapai, Umang-Umang, Waiting for Godot, Nostalgia Sebuah Kota, Nyai Ontosoroh, etc. In 2010, he collaborated with several European artists, Orangrie Theater Koln, Germany in the production of a Nostalgia Sebuah Kota. He played the role “Ayah” in the collaborative work of Teater Satu and Australian Artists (Performing Line) titled The Age of Bones which was staged in several cities in Indonesia and dozens of theater buildings in Australia like Sydney, Melbourne, Canberra, etc for almost two months in early 2017. Budi was also involved in the I Laga Ligo show by Robet Wilson in Bali in 2018. Until now he is still active in Teater Satu Lampung with the last play he played titled Kursi-Kursi in the Teater Jakarta Taman Ismail Marzoeki.

BUDI LAKSANA

Aktor Teater Satu sejak tahun 1998. Budi Laksana terlibat dalam semua karya awal Teater Satu seperti Kapai-Kapai, Umang-Umang, Menunggu Godot, Nostalgia Sebuah Kota, Nyai Ontosoroh Dll. Tahun 2010 dia berkolaborasi dengan beberapa seniman Eropa Orangrie Teater Koln dalam produksi pertunjukan Nostalgia Sebuah Kota. Dia memerankan Bapak dalam karya kolaborasi Teater Satu dan Seniman Australia (Performing Line) berjudul The Age of Bones yang dipentaskan di beberapa kota di Indonesia dan puluhan gedung pertunjukan di Australia seperti Sydney, Melbourne, Canberra, dll selama hampir dua bulan di awal 2017. Budi juga terlibat dalam pertunjukan I Laga Ligo karya Robet Wilson di Bali tahun 2018. Sampai sekarang dia masih aktif berteater di Teater Satu Lampung dengan lakon terakhir yang ia mainkan berjudul Kursi-Kursi di Teater Jakarta Taman Ismail Marzoeki.