An actor at Teater Satu since 2002. Studied the art of actor at Teater Satu Lampung under the tutor Iswadi Pratama. The experience of participating in Teater Satu performance at the work; Umang- umang, Nostalgia Sebuah kota, Nyai Ontosoroh, Kisah- Kisah Yang Mengingatkan, Visa, Aruk Gugat, Buried Child, Antropodipus, Kalimati, Hati Yang Meracau, etc. Jayen in the plays of Aruk Gugat and Antropodipus plays the main character. Until now, he continues to actively study at Teater Satu studio about theater performance, philosophy, literature, acting and directing. The show that just took the stage at the Teater Jakarta Taman Ismail Marzoeki with titled Kursi-Kursi directed and adapted by Iswadi Pratama, November 2019.

Aktor di Teater Satu sejak Tahun 2002. Belajar Seni Keaktoran di Teater Satu Lampung di bawah Asuhan Iswadi Pratama. Pengalaman turut pertunjukan Teater Satu Lampung pada karya ; Umang- umang, Nostalgia Sebuah kota, Nyai Ontosoroh, Kisah- Kisah Yang Mengingatkan, Visa, Aruk Gugat, Buried Child, Odipus Di Kolonus, Kalimati, Hati Yang Meracau, dll. Jayen, panggilan akrabnya pada lakon Aruk Gugat dan Odipus di Kolonus berperan sebagai tokoh utama. Sampai saat ini terus aktif belajar dan belajar di sanggar Teater Satu tentang seni pertunjukan teater, filsafat, sastra, keaktoran dan penyutradaraan. Pertunjukan yang baru saja naik panggung di Teater Jakarta Taman Ismail Marzoeki adalah Kursi- kursi naskah adaptasi dan Sutradara Iswadi Pratama, November 2019.